6 Tips Agar Tak Tersesat Saat Berada di Masjidil Haram

6 Tips Agar Tak Tersesat Saat Berada di Masjidil Haram

Kejadian yang tak jarang dialami oleh para jamaah ketika di tanah suci, tepatnya di Masjidil Haram adalah kesasar atau terpisah dari rombongan. Hal ini disebabkan ada banyak pintu masuk Masjidil Haram yang membuat jamaah tidak mengerti ketika keluar masuk Masjidil Haram melalui pintu sebelah mana. Banyaknya jamaah yang ada di Masjidil Haram saat musim haji dan umrah turut menjadi penyebab.

Nah, ada 6 tips yang bisa Anda lakukan supaya tidak tersesat saat berada di Masjidil Haram. Yang jelas, pertama Anda tidak perlu panik agar dapat berfikir jernih untuk menemukan rombongan Anda kembali. Berbagai antisipasi perlu Anda siapkan agar bisa mengatasi hal ini.

Inilah tips lengkap agar Anda tak tersesat ketika berada di Masjidil Haram. Simak sampai tuntas ya!

INGAT PINTU MASUK
Pertama yang wajib Anda lakukan adalah mengingat pintu masuk yang Anda akses saat berada di Masjidil Haram. Mengapa? Sebab di Masjidil Haram, pintu masuk dapat diakses pula sebagai pintu keluar.

Namun seringkali jamaah tidak paham dan tersesat karena tidak tahu harus melalui pintu yang mana.

Sebagai informasi, terdapat 4 pintu utama Masjidil Haram yang bisa diakses antara lain: pintu King Abdullah, pintu King Abdul Aziz, pintu Fateh Gate, kemudian pintu King Fahd Gate.

terdapa sekitar 45 pintu biasa, namun secara keseluruah jumlah akses memasuki area Ka’bah bisa mencapai 120 akses.

mayoritas pintu masuk di Masjidil Haram bentuknya sama. Dan terus ada kenaikan jumlahnya seiring pembangunan masjid. Jadi, jika Anda tak ingin tersesat, sebaiknya berusaha untuk menghafalkan bahkan mencatat nomor dan nama pintu ketika masuk.

PERHATIKAN LETAK ZAM-ZAM TOWER
Zam-zam Tower adalah bangunan yang cukup ikonik di Masjidil Haram. Bentuknya adalah bangunan yang menjulang setinggi 601 meter, dengan jam besar warna hijau di bagian menaranya. Cobalah melihat ke atas untuk mengetahui posisi Zam-zam Tower untuk menentukan akan masuk atau keluar pintu sebelah mana.

Menara yang bernama asli Abraj Al Bait ini terletak tepat di depan pintu masuk King Abdul Aziz. Jadi, Zam-zam Tower dapat menjadi acuan untuk Anda saat tersesat di Masjidil Haram. Anda dapat memilih pintu King Abdul Aziz sebagai pintu masuk sekaligus akses keluar agar tidak tersesat.

MINTA BANTUAN KEPADA PETUGAS
Terpisah dari rombongan tentunya membuat Anda menjadi bingung dan tidak tahu harus tanya kepada siapa. Nah, kabar baiknya, ada petugas yang berjaga 24 jam di Masjidil Haram selama musim haji yaitu Petugas Pelaksana Ibadah Haji (PPIH). Anda bisa bertanya pada petugas tersebut apabila Anda nyasar.

Petugas tersebut berjaga di 4 titik di sekitar Masjidil Haram sehingga bisa dengan mudah ditemukan. Keempat titik tersebut adalah zona thawaf, area di antara zona thawaf dan sa’i, area berakhirnya sa’i yakni bukit Marwah dan terakhir di sekitar pintu King Abdul Aziz tak jauh dari Zam-zam Tower.

Petugas ini bisa menghubungkan Anda dengan ketua rombongan, bahkan akan membantu mengantarkan Anda hingga ke penginapan. Sehingga Anda perlu membekali diri identitas diri dan nomor kontak ketua atau anggota rombongan Anda agar mempermudah pencarian.

SELALU PERGI SECARA BEROMBONGAN
Masjidil Haram mempunyai area yang amat luas dibandingkan dengan masjid kebanyakan. Anda bisa saja berangkat sendiri ke Masjidil Haram, namun ketika Anda mengalami hal yang tidak terduga seperti kesasar, akan lebih baik jika Anda masih dengan rombongan meskipun hanya beberapa orang.

Di sisi lain, dengan adanya kawan yang satu rombongan, Anda dapat berdiskusi untuk menentukan langkah yang harus diambil ketika tersesat. Secara psikologis, Anda juga tak akan mudah bingung, dibandingkan ketika tersesat sendirian.

MENENTUKAN TITIK KUMPUL
Membuat kesepakatan titik kumpul ini biasa dilakukan oleh ketua rombongan. Anda dapat mencatat nama lokasi yang disepakati untuk bertemu saat keluar dari Masjidil Haram bersama-sama. Kesepakatan lokasi sebaiknya memilih tempat yang tidak sulit ditemukan, misalnya di dekat lampu hijau tempat dimulai dan berakhirnya thawaf atau bisa juga di dekat pintu King Abdul Aziz.

MEMBAWA ALAS KAKI
Karena takut tertinggal teman satu rombongan, hal yang seringkali dilupakan para jamaah yaitu keluar dari Masjidil Haram tanpa menggunakan alas kaki. Hal ini bisa berbahaya, karena kaki bisa melepuh.

Jadi, usahakan untuk selalu menyiapkan alas kaki dalam tas kecil yang dapat dibawa kemanapun supaya tidak bingung mencari alas kaki. Juga menghindari dari resiko ketinggalan rombongan yang menyebabkan Anda tersesat.

Nah, itu tadi beberapa tips yang dapat Anda terapkan agar tidak kesasar ketika di Masjidil Haram. Selain itu, ada beberapa hal yang harus Anda siapkan untuk mengantisipasi ketika Anda benar-benar mengalami hal seperti ini. Antara lain

  • Membawa catatan nomor kontak pemandu rombongan yang dapat dihubungi. Agar bisa Anda perlihatkan kepada petugas untuk menemukan kembali rombongan Anda.
  • Membiasakan diri selalu menyertakan kartu identitas diri Anda yang lengkap di tas selempang kecil. Hal ini memudahkan Anda memperlihatkan ke petugas yang membantu Anda ketika tersesat agar menemukan kembali rombongan Anda.
  • Terakhir, catat nama hotel tempat Anda menginap saat di Tanah suci. Anda bisa saja tidak ingkat jika hanya mengingat nama hotel yang Anda tempati. Berbeda ketika Anda mencatatnya secara rapi di buku. Jadi setidaknya Anda dapat bertanya agar bisa kembali ke hotel ketika tersesat.

Itulah tips lengkap agar Anda tak tersesat di Masjidil Haram. Tentunya, kita tidak mengharap akan mengalami kejadian tersebut. Tetapi, setidaknya Anda bisa mengantisipasi dan siap menghadapi hal seperti ini. Semoga haji dan umrah Anda berjalan lancar.

 

#JannahFirdaus #JannahFirdaus #TheBestTravel #UmrohTerbaik #HajiFuroda

Share:
Tag: